Senin, 17 Desember 2007

tentang dia

dia datang dalam kesendirianku
dengan kesederhanaannya
menyapaku dengan cinta
yang tak pasti

berdiri
disudut hatiku
memporak-porandakannya
membuatku tak kuasa
menahan asa cinta

menjarah
cintaku
dengan dekap kenyamanan

dia ada
dengan bertangkai-tangkai
cinta tak kumillikki

ah

andai ku tahu isi hatinya
mungkinkah aku yang bertahta di sana

ah

seandainya aku peroleh keberanian
untuk bertanya
ratu hatinya

kau sahabatku..kau kekasihku

kau datang dengan senyummu
menyapaku dalam sepiku
mengetuk pintu hati ini
memaksanya masuk dengan ceriamu dalam hidup


kau menghiburku dalam pedihku
menyegarkan pikiranku
dengan segala kesederhanaanmu
mengenal hidup


kau selalu tersenyum
andai ku tahu maknanya
andai dapat kumilikki
tapi sulit kugapai
kau bukan untukku

biarlah puisi ini

kutulis untukmu

untuk ceriamu

untuk senyummu

yang selalu menghiburku

untuk segala ke sok tahuanmu

mengajarku akan hidup

untuk airmata yang selamanya tak akan kubagi denganmu

dan cinta yang kusimpan sendiri

hingga akhir berkata lain



Kamis, 13 Desember 2007

maut selalu menjengukku
dalam malam-malamku
ketika semua tertidur lelap
dan jengkerik bersenandung semu

maut selalu menyapaku
dalam tiap alphaku

bisikanku
satu kata
kelak dia akan
menjemputku tidak dalam duka
tapi suka cita menyelimuti hati

kau yang membukanya

sudah kupaku pintu hatiku
kupalangi dan kukunci
dengan rapat

tapi kau masuk jua
mendobrak segalanya
dengan senyummu

membuatku lupa
bgaimana cara?
menguncinya
memalanginya
dan memakunya

hingga ku hanya terdiam
membisu tak berdaya
mempersilahkanmu memasukkinya

kau selalu ada

kau menari dalam dadaku
bersenandung dalam imajiku
tak seorang pun
tak sepasang mata jua
yang melihatnya

tapi aku melihatmu
menatapmu dengan sepasang mata ini
menyimpanmu dalam pikiranku

saat ini ketika
puisi ini kucipta

ketika kau ada

dalam ceriamu
aku belajar cara tersenyum
dalam pesonamu
aku belajar bercerita

detik demi detik
waktu demi waktu
menit ke menit
hari ke hari
ketika bersamamu
aku belajar cara
menghapus perih

jika.....

jika cinta ini adalah maut
maka biarkanlah aku mati
mati berulang kali
berkalang tanah

asal cinta
masih....
selalu dihatiku
dalam kakunya jasadku

waktu

waktu akan terus
beranjak maju
waktu akan terus
terbangun
tak akan tidur
tak akan mati

waktu akan terus
menyertaiku merenkuhku
dalam keterbatasannya
memanggilku
menegurku

untuk mempercepat rencana
agar segalanya tiada
pernah terlambat berakhir

rasa ini

sesaat aku menatapnya
ada kebahagiaan menelusuk pintu hatiku
segala kepenatanku, kepedihanku
hilang sudah bersama senyum indahnya
ketika aku memandangnya dari kejauhan
hatiku merasakan kesejukan
seakan airmata yang menetes sirna oleh pesonanya

dia buatku tersenyum
dengan segala tingkah lakunya

lucu!!!
kenapa rasa ini datang dan secepat ini
mengetuk pintu hatiku
mengajakku menari
mengajakku bernyanyi
mengajarku berkhayal
angan indah tentang dirinya

aneh???!!!!
kenapa jusutru perasaan ini ada
tanpa jantung yang berdegup kencang
tanpa gugup kata terucap

melainkan hanya
perasaan damai, nyaman dan
bahagia ketika bersamanya

akankah perasaan ini nyata
ataukah angan semata
atau memang benar-benar
telah menjadi cinta

jika perasaan ini cinta
atau apa namanya??

biarkan kupendam
untuk diriku sendiri
untuk hatiku

untuk kenangan yang terindah