Senin, 17 Desember 2007

tentang dia

dia datang dalam kesendirianku
dengan kesederhanaannya
menyapaku dengan cinta
yang tak pasti

berdiri
disudut hatiku
memporak-porandakannya
membuatku tak kuasa
menahan asa cinta

menjarah
cintaku
dengan dekap kenyamanan

dia ada
dengan bertangkai-tangkai
cinta tak kumillikki

ah

andai ku tahu isi hatinya
mungkinkah aku yang bertahta di sana

ah

seandainya aku peroleh keberanian
untuk bertanya
ratu hatinya

2 komentar:

Tama's Blogs mengatakan...

keren zah puisinya...ntar kita bikin kumpulan puisi yaa....

Prince mengatakan...

tanah menangis
pipinya yang kemerahan basah oleh airmata langit senja
seikat mAwar berdiri tegak di pinggir akhiran
engkau menunggu yang pasti datang
tanpa siapa

kabut datang kabut pergi
gigil meresap tiada rasa terhisap
engkau terdiam, belum juga terjaga

kesunyian meratakan fana
engkau ada diantara
keinginan