dia datang dalam kesendirianku
dengan kesederhanaannya
menyapaku dengan cinta
yang tak pasti
berdiri
disudut hatiku
memporak-porandakannya
membuatku tak kuasa
menahan asa cinta
menjarah
cintaku
dengan dekap kenyamanan
dia ada
dengan bertangkai-tangkai
cinta tak kumillikki
ah
andai ku tahu isi hatinya
mungkinkah aku yang bertahta di sana
ah
seandainya aku peroleh keberanian
untuk bertanya
ratu hatinya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2 komentar:
keren zah puisinya...ntar kita bikin kumpulan puisi yaa....
tanah menangis
pipinya yang kemerahan basah oleh airmata langit senja
seikat mAwar berdiri tegak di pinggir akhiran
engkau menunggu yang pasti datang
tanpa siapa
kabut datang kabut pergi
gigil meresap tiada rasa terhisap
engkau terdiam, belum juga terjaga
kesunyian meratakan fana
engkau ada diantara
keinginan
Posting Komentar